Selasa 05 Oct 2021 14:12 WIB

Pelajar di Depok Antusias Belajar di Sekolah

Rasa takut dan khawatir ada, tapi Insya Allah bisa dicegah dengan prokes yang ketat.

Rep: Rusdy Nurdiansyah/ Red: Bilal Ramadhan
Siswa membawa perlengkapan protokol kesehatan saat mengikuti Pembelajaran Tatap Muka Terbatas di SMPN 1 Depok, Depok, Jawa Barat, Senin (4/10/2021). Pemerintah Kota Depok kembali memberlakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas kepada seluruh sekolah dimulai hari ini dengan menerapkan protokol kesehatan dan pembelajaran hanya dilakukan seminggu dua kali selama 2 jam.
Foto: ANTARA/Asprilla Dwi Adha
Siswa membawa perlengkapan protokol kesehatan saat mengikuti Pembelajaran Tatap Muka Terbatas di SMPN 1 Depok, Depok, Jawa Barat, Senin (4/10/2021). Pemerintah Kota Depok kembali memberlakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas kepada seluruh sekolah dimulai hari ini dengan menerapkan protokol kesehatan dan pembelajaran hanya dilakukan seminggu dua kali selama 2 jam.

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Sejumlah sekolah di Kota Depok resmi menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas. Para pelajar tampak antusias kembali ke sekolah, setelah hampir dua tahun belajar secara daring kerena pandemi Covid-19.

Seorang siswa SMA Negeri 3 Depok, kelas X MIPA 1, Zaky Mahendara mengatakan dengan sudah bisa PTM kini bisa kembali berjumpa dengan guru dan teman-temannya.

"Senang ke sekolah, ketemu teman-teman, ketemu guru dan bermain di sekolah," ujar Zaky saat dikunjungi Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono di SMAN 3 Depok.

Menurut Zaky, selama pembejalaran secara dalam jaringan (daring), cukup mengalami beberapa kesulitan. Seperti jaringan internet yang sering mengalami masalah hingga sulit memahami meteri yang diajarkan oleh sang guru. "Kalau PTM sekarang jauh lebih paham dan bisa tanya langsung," jelasnya.

 

Seorang siswa SMPN 1 Depok, Rifqi Aditya mengaku dengan PTM bisa mengatasi kesulitannya dalam belajar, meski ada sedikit rasa khawatir kerena digelar dalam situasi pandemi Covid-19.

"Rasa takut ada, khawatir juga ada, takutnya ada varian Covid-19 baru lagi, tapi Insya Allah bisa dicegah dengan prokes yang ketat," terangnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement