Jumat 03 Feb 2023 00:02 WIB

Miss International 2017 Kevin Liliana Takjub dengan Ide Kampanye Sosial Milenial 

Komunitas harus menjabarkan latar belakang dan ide kampanye yang kreatif.

Red: Agus Yulianto
Miss International 2017, Kevin Liliana.
Foto: Istimewa
Miss International 2017, Kevin Liliana.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA  -- Miss International 2017, Kevin Liliana, mengaku, takjub terhadap ide-ide anak muda atau milenial yang bertekad merealisasikan kampanye berdasarkan fokus isu mereka masing-masing. Yakni, mulai dari kesetaraan, lingkungan, kesehatan, dan pendidikan. 

Kevin menilai, kampanye kreatif dari sembilan komunitas yang beradu membuka mata bahwa siapa saja dapat melakukan kampanye sosial.  Selain itu, kata dia, kompetisi seperti ini membuat lebih banyak orang bersemangat untuk bergabung dalam komunitas sosial dan merealisasikan kegiatan sosial mereka.

“Buat aku, menjadi juri membuka mataku lebar-lebar, bahwa melakukan sesuatu untuk masyarakat dan bergerak untuk kontribusi positif, nggak perlu jadi siapa-siapa dulu, influencer, dan lain-lain. Siapa pun kamu, bisa berkontribusi positif untuk masyarakat," ujar Kevin saat menjadi juri dalam program Matchmaking Social Organization 2023 #ForABetterWorld yang diselenggarakan oleh Campaign.com dalam rilisnya yang diterima Republika.co.id, Kamis (2/2/2023). 

Program ini, merupakan ajang perjodohan komunitas atau organisasi untuk membuat kampanye sosial di aplikasi Campaign #ForChange. Selain itu, program ini menjaring komunitas untuk mendapatkan pendanaan total Rp 25 juta dari sponsor guna mengorganisir kampanye sosial.

Untuk mendapatkan komunitas yang mumpuni, Kevin Liliana dipilih menjadi salah satu juri untuk menentukan komunitas mana yang layak. Kevin sendiri memiliki perhatian khusus pada isu sosial. Khususnya, bidang lingkungan, mengingat dirinya berperan aktif dalam melestarikan lingkungan saat menjabat sebagai Puteri Indonesia Lingkungan 2017.

Proses penjurian, kata dia, dilakukan secara ketat dengan mempertimbangkan berbagai aspek. Yakni perencanaan, dampak sosial, dan efektivitas kampanye bagi masyarakat. Dari segi perencanaan, komunitas harus menjabarkan latar belakang dan ide kampanye yang kreatif.

Selain itu, komunitas juga perlu meyakinkan juri bahwa kampanye yang akan dibuat dapat berdampak baik dan berkelanjutan. Dari hasil penilaian, ada empat komunitas yang terpilih, yakni Hoshizora Foundation, Futurest 2023, Pemuda Tanggap Berbagi, dan Serdadu Kumbang. 

Public Relations Hoshizora Foundation Lisa Andriani mengaku senang karena dapat merealisasikan kampanye impian mereka. “Kami akan mengangkat kampanye #JikaAkuSekolah untuk anak-anak dari keluarga prasejahtera agar bisa memperoleh pendidikan yang layak. Harapannya, pesan ini menjadi pemicu anak-anak lebih bersemangat untuk sekolah,” papar Lisa.

Empat komunitas terpilih, kata dia, diharapkan dapat membuat berbagai aksi kampanye yang kreatif. Sehingga, dapat menarik banyak anak muda yang mau berpartisipasi. 

Menurut CEO Campaign.com, William Gondokusumo, kampanye sosial tidak hanya melahirkan banyak dampak baik, tetapi juga membentuk kebiasaan baru. Di era globalisasi ini, kata dia, Campaign.com mewadahi berbagai komunitas yang ada di Indonesia untuk menyelenggarakan kampanye secara online. 

"Banyak sekali komunitas di seluruh penjuru Indonesia yang punya misi luhur, namun terkendala operasional. Melalui Matchmaking Social Organization #ForABetterWorld, kami bermaksud menjadi penyambung tangan bagi mereka untuk mewujudkan kampanye sosialnya lewat aplikasi Campaign #ForChange,” papar William.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement