REJABAR.CO.ID, CIMAHI -- Polisi melakukan pengecekan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Cibabat, Kota Cimahi, Jawa Barat. Pengecekan dilakukan untuk memastikan ketersediaan dan kualitas bahan bakar minyak (BBM) jelang Ramadhan 2025.
Inspeksi mendadak (Sidak) itu berlangsung pada Kamis (27/2/2025) di SPBU Cibabat, Kota Cimahi oleh petugas gabungan dari Satuan Reserse Kriminal Polres Cimahi, Pemkot Cimahi, DPRD Kota Cimahi, Iswana Migas dan Pertamina.
"Sesuai instruksi presiden bahwa persiapan menjelang Ramadan 2025, ketersediaan BBM harus terjaga secara kuantitas dan kualitas," ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Cimahi AKP Dimas Charis Suryo Nugroho di lokasi.
Petugas melakukan uji tera BBM dengan bejana ukur ukuran 20 liter. Pengujian dilakukan sebanyak tiga kali. Hasilnya, petugas menyebutkan tidak ada indikasi kecurangan di SPBU tersebut. "Tadi kita sudah cek, sudah sesuai, tidak ada kecurangan dalam distribusi, tadi secara kuantitas dan kualitas sudah kita cek," kata Dimas.
Dimas tak menampik jika Sidak yang dilakukan juga terkait dengan adanya isu BBM jenis Pertamax oplosan yang sedang ramai diperbincangkan. Hanya saja petugas tidak mengecek secara langsung kualitas BBM-nya karena keterbatasan alat.
"Jadi pengecekan kualitas tidak bisa hanya di lingkup Kota, ada BPH migas, alat-alat kami tidak ada, yang kami punya hanya alat pengukur kuantitas saja," katanya.
Di lokasi yang sama, Warga Cimahi, Ikhsan mengaku tak mengetahui secara persis terkait adanya isu Pertamax oplosan. Meski begitu, Dia sangat menyayangkan jika isu tersebut benar-benar terjadi di lapangan. "Sangat menyayangkan. Tapi sejauh ini tidak ada masalah sih pas pakai Pertamax. Saya sehari hari dagang," kata Ikhsan.