Setelah mencuci, karpet dan sajadah masjid itu dibawa kembali para santri menyusuri jalan awal untuk dijemur. Tak hanya Tarawih, momentum puasa juga dipakai para santri untuk tadarus Alquran. Aktivitas itu bisa lebih nyaman dilakukan apabila sajadah dan karpet yang menjadi alas duduk mereka telah bersih.
Pengurus Pesantren Hegar Manah Nurul Qolbi Ambari Uspal Muniri mengatakan bersih-bersih karpet dan sajadah ini merupakan tradisi yang sudah berlangsung lama di wilayahnya dan akan terus dipertahankan ke depannya. Usai bersih-bersih, para santri dan warga melanjutkannya dengan makan bersama.
"Bersih bersih karpet udah jadi tradisi bersama santri dan warga untuk kebersihan. Kan kebersihan sebagian dari iman. Setelah bersih biasanya warga dan santri ngaliwet, makan bersama seadanya," kata dia.
Uspal mengatakan, bersih-bersih masjid beserta karpet dan sejadahnya ini merupakan hal yang sangat penting di bulan suci Ramadan. Ambari berharap adanya pencucian karpet tersebut bisa membuat jamaah di masjidnya nyaman. Sehingga bisa menjalankan ibadah puasa dengan khusyuk.
"Kegiatan sebelum Ramadan diadakan bersih bersih karena Ramadan adalah bulan maghfirah, bulan rahmat yang harus kita jaga. Selain menjaga hati, menjaga tubuh kita, juga menjaga kebersihan lingkunhan tempat kita beribadah kepada Allah," kata dia.