"Tanggal 31 Maret hingga tanggal 5 April saat masa liburan diperkirakan 80 persen okupansi, selanjutnya menurun jadi 30 persen," ucap dia saat dikonfirmasi, Kamis (3/4/2025).
Kondisi tersebut jauh menurun jika dibandingkan pada tahun 2024. Dia mengatakan saat bulan puasa okupansi hotel mencapai 50 persen. Adapun pada tahun 2025 tidak ada pemesanan untuk rapat sehingga anjlok di angka 20 persen.
Dodi mengatakan okupansi hotel di bulan Maret dan saat libur lebaran tidak akan menutup operasional hotel. Sebab untuk menutupi operasional hotel minimal mencapai 50 persen."Setelah Lebaran belum jelas juga (okupansi)," kata dia.
Dodi mengatakan hotel-hotel di Jawa Barat saat ini masih defisit. Oleh karena itu, potensi pemangkasan karyawan di bulan Mei masih dapat terjadi."Sekarang pegawai kontrak yang sudah habis kontrak tidak dilanjutkan, daily worker sudah tidak ada," kata dia.
Ia menyebut sejumlah pimpinan hotel pun terpaksa diberhentikan. Dodi mengaku hingga saat ini belum ada solusi dari pemerintah bagi para pelaku hotel.