Sabtu 27 Jan 2024 11:31 WIB

Ratusan Warga Cibadak Sukabumi Terancam Bencana Tanah Longsor

Warga diimbau untuk mengungsi.

Red: Muhammad Hafil
Warga mengamati lokasi tanah longsor di Cibatuhilir, Sekarwangi, Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (26/1/2024). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi mencatat akibat tanah longsor yang terjadi Rabu (24/1/2024) sebanyak 12 rumah warga rusak berat dan sebanyak 75 Kepala Keluarga (KK) atau 239 warga terpaksa mengungsi di tenda pengungsian.
Foto: ANTARA FOTO/Henry Purba
Warga mengamati lokasi tanah longsor di Cibatuhilir, Sekarwangi, Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (26/1/2024). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi mencatat akibat tanah longsor yang terjadi Rabu (24/1/2024) sebanyak 12 rumah warga rusak berat dan sebanyak 75 Kepala Keluarga (KK) atau 239 warga terpaksa mengungsi di tenda pengungsian.

REJABAR.CO.ID, JAKARTA --Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi menyebutkan ratusan warga di Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat tepatnya di Kampung Cibatuhilir terancam bencana tanah longsor.

"Dari hasil asesmen yang kami lakukan bencana tanah longsor yang terjadi pada Rabu (24/1) sekitar pukul 06.30 WIB tidak hanya merusak 12 rumah yang dampaknya sebanyak 15 kepala keluarga (KK) atau 51 jiwa juga harus kehilangan tempat tinggal," kata Humas BPBD Kabupaten Sukabumi Sandra Fitria di Sukabumi.

Baca Juga

Namun, bencana yang terjadi RT 001/011, Desa Sekarwangi ini mengancam 75 KK atau 239 jiwa. Menurut Sandra, warga yang rumahnya terancam bencana tanah longsor diimbau untuk selalu waspada apalagi hujan deras maupun gerimis kerap turun di lokasi bencana, sehingga berpotensi terjadinya longsor susulan.

Selain itu, jika merasakan adanya gejala terjadinya longsor susulan warga diimbau untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman untuk meminimalisasikan dampaknya seperti korban luka maupun jiwa.

Di sisi lain, 51 warga yang kehilangan tempat tinggal saat ini mengungsi ke rumah saudaranya maupun tetangganya. Pihaknya juga sudah membangun posko bantuan bencana tanah longsor di sekitar lokasi, sehingga jika ada warga maupun komunitas yang ingin memberikan bantuan bisa melalui posko ini.

"Tidak ada korban jiwa pada peristiwa tanah longsor yang terjadi pada Rabu pagi tersebut. Dari 51 jiwa yang terdampak 15 orang berusia anak-anak, 34 orang dewasa dan dua orang lanjut usia, selain itu satu di antaranya merupakan penyandang disabilitas," tambahnya.

Sandra mengatakan hingga saat ini petugas gabungan dari unsur TNI, Polri, BPBD Kabupaten Sukabumi, PMI Kabupaten Sukabumi serta pemerintah setempat yang dibantu relawan dari berbagai komunitas masih berada di lokasi untuk memberikan bantuan serta bersiaga antisipasi terjadinya longsor susulan.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement