Rabu 26 Feb 2025 10:24 WIB

Heboh Video Siswa SD di Karawang Praktik Renang di Lapangan, Ini Reaksi Dedi Mulyadi

Dedi menegaskan guru bisa tetap melaksanakan renang tanpa harus mengurus tiket siswa

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Arie Lukihardianti
Bupati Bandung Dadang Supriatna (kiri), dan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi (Kanan)
Foto: istimewa
Bupati Bandung Dadang Supriatna (kiri), dan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi (Kanan)

REJABAR.CO.ID,  BANDUNG -- Gubernur Jawa Barat terpilih Dedi Mulyadi mengkritik guru olahraga di sekolah dasar di Karawang yang melakukan praktik renang di sebuah meja dan berada di lapangan sekolah. Ia menilai guru tersebut tidak memahami esensi pendidikan.

Rekaman video yang memperlihatkan siswa SD belajar renang di sebuah meja dan berada di lapangan di sekolah menghebohkan jagat media sosial. Diduga aktivitas tersebut dilakukan karena dampak larangan terhadap kegiatan sekolah yang memberatkan siswa.

Baca Juga

"Saya melihat postingan guru olahraga memposting kegiatan anak-anak sedang berenang yang dilakukan di atas lantai dan di atas meja. Saya tahu tujuan dari postingan tersebut tetapi justru itu adalah melambangkan bahwa guru tersebut tidak mengerti esensi pendidikan dan arah pendidikan," ujar Dedi dikutip dari laman Instagramnya, Rabu (26/2/2025).

Dedi mengatakan pelajaran renang merupakan salah satu pelajaran yang diajarkan di sekolah dari sekian pelajaran olahraga. Selain renang, terdapat olahraga lari, jalan kaki, voli, sepakbola, tenis meja dan lainnya.

"Saya sampaikan bahwa keluhan orang tua selama ini adalah bahwa bukan mengeluhkan renangnya tapi mengeluhkan kolektivitas pembelian tiket renang yang dikoordinatori oleh guru bekerja sama dengan kolam renang," kata dia.

Dedi menegaskan guru bisa tetap melaksanakan kegiatan renang tanpa harus mengurus tiket siswa. Ia mengarahkan guru untuk menunggu di kolam renang sedangkan siswa sendiri yang membeli tiket dan datang sendiri.

"Apabila orang tua tidak mempunyai kemampuan untuk berenang banyak pembelajaran lain tanpa mengeluarkan banyak biaya," katanya.

Dedi mengatakan guru tidak perlu memaksakan ke satu pembelajaran. Namun, esensinya adalah mengembangkan minat bakat siswa.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement