Penghasilan Berbisnis Aksesories Lebih Besar Dibandingkan jadi Pegawai
Terkait omzet, Ela bersyukur setiap bulannya bisa mendapatkan penghasilan minimal sekitar Rp2 juta. Namun, jika ikut bazar dengan target pasar yang tepat seperti di kampus, Ela bisa mendapatkan penghasilan Rp2 juta dalam sehari. "Mengikuti bazar ini, sangat menguntungkan bagi UMKM. Alhamdulillah, BRI sering mengajak saya berpartisipasi dalam pameran, bahkan pernah diundang ke Jakarta Convention Center (JCC)," katanya.
Bahkan, kata dia, dari sisi penghasilan berbisnis ini pendapatannya lebih besar bila dibandingkan bekerja sebagai pegawai. Namun, saat merintis usaha di awal memang dirinya harus bekerja hampir 24 jam sehari untuk mengelola produksi dan penjualan.
"Selain berjualan secara online, sekarang saya rutin berjualan di Car Free Day. Kalau online melalui Instagram dan e-commerce kan masih terus jalan. Bahkan, produk saya sudah dikirim ke Malaysia dan Turki melalui e-commerce ini," kata Ela seraya mengatakan, saat memproduksi ia selalu dibantu ibunya.
Selain dibantu ibunya, kata dia, kalau mengikuti bazar, ia biasanya merekrut tenaga tambahan. Termasuk, mempekerjakan kakaknya yang bekerja sebagai pengemudi ojek online untuk menjaga stan pamerannya. "Di bulan Ramadhan, penjualan produk aksesoriesnya pun kerap meningkat hingga 40 persen. Terutama, sepekan sebelum Lebaran," katanya.
Kapasitas produksi hariannya, kata dia, bisa mencapai 500 buah untuk berbagai item. Khusus aksesories dengan model sederhana seperti cincin, manik-manik atau bros bisa dibuat 100 buah per hari. "Produk yang paling banyak diminati adalah cincin batu alam. Karena, memiliki nilai estetika dan makna tertentu, seperti warna hijau untuk keseimbangan dan pink untuk cinta," katanya.

Ela menilai, prospek bisnis ini sangat bagus. Ia bercita-cita, ingin membuka toko di mal, tapi terkendala biaya sewanya masih terlalu tinggi, bisa mencapai ratusan juta rupiah. Untuk sementara, ia akan fokus ke penjualan online dan menitipkan produk di beberapa toko. Workshop tempat pembuatan aksesoriesnya sendiri, bertempat di rumahnya yaitu Jalan Teratai V No 19 Rancaekek Kencana.
"Kalau kendala terbesar dalam bisnis ini adalah fluktuasi harga bahan baku. Kadang harga naik, sehingga saya harus mengambil harga tengah agar tetap bisa untung," katanya.