REJABAR.CO.ID, BANDUNG — Anggota Komisi III DPRD Jawa Barat Tina Wiryawati menekankan pentingnya pengawasan yang lebih kuat terhadap pengelolaan anggaran daerah. Menurutnya, optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD) menjadi kunci untuk menciptakan tata kelola keuangan yang lebih efisien dan berpihak pada masyarakat.
Tina mengungkapkan masih ada tantangan dalam mencapai target pendapatan, terutama dari sektor pajak dan retribusi yang menjadi tulang punggung PAD.
"Komisi III terus mendorong Pemprov Jabar agar punya strategi yang adaptif dan inovatif dalam menggali potensi pendapatan. Tapi tentu, tetap harus memperhatikan keadilan dan kemampuan masyarakat," ujarnya melalui pesan teks kepada Republika.co.id, Sabtu (5/4/2025).
Sebagai komisi yang membidangi urusan keuangan, Tina mengatakan pihaknya memberi perhatian khusus pada kinerja lembaga seperti Bapenda dan BKAD. Ia menilai, pelaksanaan anggaran harus mengedepankan efisiensi dan akuntabilitas.
Selain soal pendapatan, Tina juga menyoroti pengelolaan aset daerah yang dinilai masih belum optimal. Banyak aset yang belum dimanfaatkan dengan baik, bahkan bisa menjadi beban jika tidak dikelola secara profesional.
"Peran kami bukan cuma soal pengawasan administratif, tapi juga memastikan bahwa kebijakan anggaran benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat," kata Tina.
Tina menekankan Komisi III akan terus mendorong pembenahan menyeluruh dalam pengelolaan keuangan daerah. Menurutnya, anggaran yang sehat adalah fondasi penting untuk pembangunan yang berkelanjutan dan berpihak pada rakyat Jabar.